Personil Jaguar Team
Pondok Pesantren Daar el-Qolam.
1.
Muhammad Akif (Bekasi)
2.
Syaiful Fahmi al-Hamdi (Bekasi)
3.
Syaiful Anwar (Jakara Timur)
4.
Biyan Muda Intan (Tangerang)
5.
Aditya Andika (Bekasi)
6.
Ichwan Muttaqin (Tangerang)
7.
Zelly (Tangerang)
8.
A. Ramdhani (Bekasi)
9.
Trio Handhoko (Lampung)
Yang berhalangan hadir.
1.
Dhiya Ulhaq (Jakarta Selatan)
2.
Faishal Hadi (Jakarta Timur)
3.
Caesario (Serang)
4.
Sunandar (Tangerang)
Langsung saja, begini
pejalanannya.
Hari pertama Senin, 13
Juni 2011.
Kami semua sudah
mempersiapkan ini secara matang sebelum acara dimulai, dan hari itu adalah hari
pertama kami berkumpul di tempat yang telah disepakati, yakni dikediaman
saudara Syaiful Anwar di daerah Jakarta Timur. Saya dan 2 orang teman lainnya
sudah berada di sana sejak malam tanggal 11 tersebut. Namun karena yang lain
berhalangan hadir di tempat itu jadi hanya kami berempat saja yang ada di sana
sejak malam pertama.
Hari kedua Selasa, 14
Juni 2011.
Pagi-paginya kami
langsung berangkat menuju Stasiun Kota untuk menuju tempat acara. Ditambah
dengan dengan sang Chief kita yang baru datang yaitu Muhammad Akif, sesampainya
kami disana ternyata mereka telah berkumpul lengkap dengan peralatan bergunung
masing-masing. Semua sudah siap berangkat, tinggal masalah waktu yang belum.
Akhirnya kami memilih untuk menggunakan jalur Bogor untuk pergi menuju Garut.
Setelah perjalanan 2
jam dari Jakarta menuju Bogor, kami langsung mencari mobil menuju Ciawi untuk
sholat Zhuhur yang langsung di jama’ sama sholat Ashar. Setelah beristirahat
dan makan siang kami langsung menuju Garut sekitar pukul 14.39 WIB. Didalam
perjalanan kami mendapatkan banyak sekali pelajaran dari orang-orang yang ada
di dalamnya terutama sopir dan kernetnya. Biaya akomodasi acara secara
keseluruhan telah dikimpulkan di saudara Biyan Muda Intan sebesar Rp.
100.000/orang. Ongkos dari Bogor ke Garut sebesar 30.000 rupiah/kepala.
Setibanya kami di Garut
kami langsung mencari Musholla terdekat di sekitar terminal Guntur. Detelah
sholat Isya yang dijama’ ta’khir dengan sholat Maghrib kami mencari penginapan
disekitar situ, tapi tak ada yang ketemu. Kami berharap bias tidur di depan
Masjid atau di dalamnya, tapi tidak jadi karena masjid tersebut telah dikunci.
Kami memutuskan untuk berjalan menyusuri gang-gang kecil mencari Musholla untuk
tinggal sementara.
Singkat kata kami tidur
di Musholla di kampong Haurpanggung Tarogong Kidul setelah mendapatkan izin
dari bapak Rohman selaku pengurus Masjid. Dan kami bias beristirahat dengan
tenang demi melanjutkan perjalanan yang masih lumyan panjang.
Hari Ketiga Rabu,15
Juni 2011.
Semua berjalan seperti
yang kita inginkan. Sebelum jam 6 pagi kami sudah bersiap-siap. Semuanya sudah
siap dengan pakaian gunung masing-masing. Setelah berpamitan dengan Pak Rohman
kami langsung menyarter mobil angkot menuju kaki pendakian Gunung Cikuray.
Hal yang harus
diperhatikan adalah bahwa jalan menuju Pemancar atau awal start perjalanan itu
harus melewati perkebunan milik warga di Desa Dayeuh Manggung. Angkot kami
tiba-tiba di stop karena para ojek mngejar dan berkata bahwa itu adalah daerah
mereka. Tidak boleh ada angkot yang melintas disana. Akhirnya kami menyewa mobil
lost buck milik kang Heri langsung
menuju pemancar.
Tiba di sana kami
langsung bersiap-siap, tak lupa mengambil air minum di mata air di pemancar
sertta berpamitan dengan salah seorang penjaga kantor pemancar di sana.
Perjalanan dimulai jam
10.30. perjalanan dimulai dari jalanan setapak melaewati perkebunan teh, kami
seharusnya bias mendaki gunung tersebut selama 3-4 jam tapi karena mungkin
tenaga kami sudah terkuras selama perjalanan jadi perjalanan yang seharusnya
dapat ditempuh dengan waktu singkat harus berjalan selama kurang lebih 5
setengah jam.
Kami tiba di puncak
pukul 17,13, tenda langsung didirikan, api langsung dinyalakan, kayu langsung
dikumpulkan. Salah satu teman kami yang bias di bilang punya badan lebih besar
dari kami menangis terharu bersyukur kepada Allah SWT karena dengan izin-Nyalah
kami semua bias mencapai puncak tertinggi Gunung Cikuray tersebut.
Waktu yang tepat untuk
mengambil momen sunset. Setelah puas berfoto-foto kami ganti baju dengan baju
tebal karena cuacs yang sangat dingin.
Hari keempat Kamis, 16
Juni 2011.
Karena sangat dingin
saya dan teman-teman tidak bias tidur nyeyak. Namun akhirnya pagi pun tiba kami
mengambil momen sunrise yang paling ditunggu-tunggu kami berfoto bersama
pendaki lain yang memang asli orang Garut ( mereka lewat jalur yang berbeda
dengan kami)
Kami memutuskan untuk
turun hari itu juga, dan karena kami melewati jalur yang sama kami tak terlalu
kesulitan mencari jalan pulang. Kami menempuh perjalanan pulang hanya selama 3
setengah jam. Kami langsung menelpon kang Heri. Kami lalu dijemput menggunakan
mobil truck kuning loss buck, dan langsung diantarkan mencari bus jurusan
Jakarta. Ongkos kami sedikit mahal kami berangkat dari Tasik bukan dari Garut
walaupun bedanya Cuma 5.000 rb.
Beberapa teman langsung
pulang, namun, beberapa orang uga masih mau menginap di Jakarta Timur setelah
mobil bus tersebut behnti di terminal Kampung Rambutan. Kami dijemput oleh
kakak perempuan dari Syaiful Anwar dengan menggunakan mobil Xenia putih.
Banyak hal yang kami
lakukan, dari makan bakso bareng, menonton DVD , meng-update status facebook
dll.
Mungkin Cuma itu yang
bias saya ceritakan kepada teman-teman sekalian. Saya punya beberapa saran tips
dan trik yang perlu diperhatikan untuk menuju Gunung Cikuray.
Tips dan Trik Mendaki
Gunung Cikuray Garut Jawa Barat.
Masalah biaya ongkos
(data tahun 2011)
1.
Naik bus dari Kampung Rambutan tujuan
terminal Guntur Garut. Ongkos perkepala sebesar Rp.35.000,00.
2.
Dari terminal Guntur naik mobil 06 menuju
Dayeuh Manggung (perkebunan teh). Rp. 3.000,00.
3.
Naik ojek menuju pemancar (awal start
perjalanan). Rp.30.000,00
4.
Jadi jumlah untuk ongkosnya saja sebesar
berkisar antara Rp.70.000,00-Rp.80.000,00.
Sedangkan untuk maslah
waktu.
1.
Kp. Rambutan - Guntur = 7-8 jam.
2.
Guntur – Cilawu (Dayeuh Manggung) = 10
menit
3.
Dayeuh Manggung – Pemancar = 1 Jam
4.
Pemancar – Puncak Cikuray = 5 Jam -
lebih (pemula), 3-4 Jam (jika tidak banyak istirahat/break)
Peralatan yang harus di
bawa.1
1.
Celana ¾ atau training panjang.
2.
Kupluk atau yang sejenisnya,
3.
Kaus kaki
4.
Sepatu atau sandal gunung.
5.
Jaket tebal
6.
Kaos minimal 2 helai
7.
Sarung tangan
8.
Korek api
9.
Makanan (mie, bubur instan, beras dll)
10.
Minuman (pocari sweat, kopi, susu, dll)
11.
Peralatan masak secukupnya
12.
Tenda (ukuran tinggal dilihat dari
kapasitas orang yang akan mendaki)
13.
Pisau/gunting/golok
14.
Minyak tanah/alcohol/paraffin.
15.
Senter
16.
Garam, untuk mengusir ular dari sekitar
tenda
17.
Gula merah/choki-choki atau yang lainnya
(menambah energi ketika mendaki)
Catatan
: Barang-barang lain yang sekiranya perlu di bawa dan belum tercantum silahkan
di bawa selama tidak mengganggu perjalanan anda dan tidak membebani anda.
Lain-lain
1.
harus bias bernegosiasi dengan orang
lain baik dengan masyarakat sekitar atau teman sendiri
2.
tidak saling mengandalkan
3.
sifat terpendam masing-masing individu
akan teruji setelah melewati berbagai rintangan
4.
luruskan niat untuk menjadi sombong,
karena tujuan utama kita adalah melihat keagungan sang Maha kuasa.
Selamat
menenpuh perjalanan menuju Cikuray. Salam kami anggota Jaguar Team Pondok Pesantren
Daar el-Qolam menyertai Anda dan semoga selamat sampai tujuan. Terimaksaih
Tidak ada komentar:
Posting Komentar